masukkan script iklan disini
Ajakan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Kota Binjai yang disambut oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Binjai Randi Permana, S.Ap., Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Binjai Ustadz Muhammad Naviri Syafril, S.Pd.I, M.Pd.I., serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai, M. Dodi Setiawan Lubis., Kamis (16/7).
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Mas'ud Silalahi menegaskan bahwa selain tantangan ekonomi dan ketahanan pangan, Indonesia juga menghadapi persoalan besar berupa krisis moral dan kesehatan mental yang dipicu oleh maraknya peredaran serta penyalahgunaan narkoba dan narkotika.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak sistem saraf dan kesehatan fisik seseorang, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda, merenggangkan hubungan keluarga, meningkatkan angka kriminalitas, serta menghambat lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.
"Peredaran narkoba bukan sekadar tindak pidana biasa, tetapi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena merusak kehidupan, masa depan, dan peradaban bangsa. Oleh sebab itu, seluruh lapisan masyarakat harus memiliki tanggung jawab bersama untuk mencegahnya," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan meningkatkan pengawasan di lingkungan tempat tinggal, memperkuat komunikasi antarwarga, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi adanya peredaran gelap narkoba kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun demikian, Muhammad Mas'ud Silalahi mengingatkan bahwa pendekatan terhadap korban penyalahgunaan narkoba harus mengedepankan sisi kemanusiaan. Menurutnya, mereka yang telah terjerat ketergantungan tidak sepatutnya dikucilkan, melainkan didampingi agar dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang produktif.
"Kita harus mampu membedakan antara bandar atau pengedar yang harus ditindak tegas dengan para korban penyalahgunaan yang membutuhkan pertolongan. Mereka memerlukan dukungan keluarga, sahabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta akses terhadap rehabilitasi agar dapat pulih dan kembali menjadi bagian dari masyarakat," katanya.
Ia juga mendorong organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, rumah ibadah, dan komunitas masyarakat untuk semakin aktif menghadirkan kegiatan positif, seperti pendidikan karakter, pembinaan keagamaan, olahraga, pelatihan keterampilan, serta kegiatan sosial yang mampu menjauhkan generasi muda dari pengaruh lingkungan negatif.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Pencegahan sejak dini melalui edukasi, penguatan ketahanan keluarga, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.
"Jika seluruh elemen bangsa bersatu, saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling membantu, maka kita dapat melindungi generasi muda dari ancaman narkoba sekaligus mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan memiliki sumber daya manusia yang unggul menuju masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
(Redaksi)













Tidak ada komentar:
Posting Komentar