masukkan script iklan disini
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7), pihak sekolah menghadirkan Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd, dosen FIKK Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang juga dikenal sebagai penggiat gerakan anti narkoba dan narkotika di Sumatera Utara. Kehadirannya merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberikan edukasi preventif kepada para pelajar agar mampu membentengi diri dari ancaman penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Di hadapan ratusan siswa baru, Agustin menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase transisi yang sangat menentukan arah masa depan seseorang. Pada usia tersebut, pelajar cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun belum sepenuhnya mampu mengendalikan emosi, pola pikir, maupun pengaruh lingkungan pergaulan.
Menurutnya, kombinasi antara pergaulan yang salah, lemahnya kontrol diri, serta minimnya literasi tentang bahaya narkoba dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak masa depan generasi bangsa.
"Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan karakter adalah benteng pertama untuk melindungi generasi muda," ungkap Agustin.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan ilmu pengetahuan, prestasi, olahraga, serta aktivitas positif sebagai jalan menuju masa depan yang gemilang. Dalam perspektif akademik, penyalahgunaan narkoba terbukti menurunkan kemampuan berpikir, konsentrasi belajar, kesehatan mental, hingga produktivitas seseorang. Sementara dari sisi moral dan spiritual, narkoba menjadi ancaman serius yang dapat merusak akhlak serta menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama.
"Agama mengajarkan manusia untuk menjaga akal, jiwa, dan kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT. Karena itu, menjauhi narkoba bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara," pesannya.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut didampingi Kepala SMAN 7 Medan, Suyono, M.Or, yang menyampaikan apresiasi atas kesediaan Agustin memenuhi undangan sekolah dalam rangkaian kegiatan MPLS.
Menurut Suyono, edukasi mengenai bahaya narkoba menjadi salah satu investasi penting dalam membangun karakter peserta didik. Ia berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Pendidikan bukan hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik agar menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos, aktivis anti narkoba dan narkotika Sumatera Utara, turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Sebagai putra asli Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, ia mengaku bangga melihat sekolah di lingkungan tempat tinggalnya aktif memberikan pendidikan preventif kepada generasi muda.
Muhammad Mas'ud yang juga dikenal masyarakat sebagai Pengasuh Rumah Mas'ud Silalahi berharap para pelajar SMAN 7 Medan dapat menjadi pelopor gerakan hidup sehat, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat gerakan pencegahan melalui edukasi berkelanjutan, pembinaan karakter, kegiatan kepemudaan, olahraga, serta aktivitas sosial yang produktif.
Selain itu, Muhammad Mas'ud mendorong aparat penegak hukum, baik TNI, Polri maupun Badan Narkotika Nasional (BNN), agar semakin tegas dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkoba, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprehensif melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, dan seluruh komponen bangsa.
Melalui kegiatan MPLS ini, SMAN 7 Medan menunjukkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai religius, serta penanaman semangat kebangsaan. Harapannya, para peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi emas Indonesia yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki komitmen untuk menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi masa depan bangsa yang lebih maju dan bermartabat.
(Redaksi)













Tidak ada komentar:
Posting Komentar