masukkan script iklan disini
Deli Serdang - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd, menyampaikan keprihatinannya atas viralnya pemberitaan mengenai dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Pondok Pesantren Nur Zam-Zam. Menurutnya, persoalan ini telah memberikan dampak yang besar terhadap citra lembaga pendidikan Islam tersebut.
Dalam pertemuan bersama jajaran pengurus Pondok Pesantren Nur Zam-Zam, yang turut dihadiri Kepala Tata Usaha Kemenag Deli Serdang H. Fachrizal, S.HI., M.Si. serta Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) H. M. Qodri Syah Hasibuan, M.Ag., Saripuddin mempertanyakan mengapa persoalan tersebut dapat berkembang hingga menjadi konsumsi publik secara luas.
Pada kesempatan itu, pihak Pondok Pesantren Nur Zam-Zam menjelaskan kronologi serta kondisi yang sebenarnya terkait persoalan yang tengah dihadapi. Pimpinan pondok, Muhammad Rinaldi, WR., S.Ag., mengungkapkan bahwa dampak psikologis maupun sosial yang dialami lembaga sangat berat.
"Kami memohon dukungan dari Kementerian Agama Deli Serdang dalam menghadapi persoalan ini. Secara psikologis kami sangat terpukul dan berat untuk bangkit kembali.
Bahkan penerimaan santri baru tahun ajaran ini sangat minim, akibat peristiwa tersebut. Saat ini kami juga telah melakukan upaya yang tepat dan cermat untuk menepis beritaberita yang merugikan pondok pesantren Nurzamzam." ungkap Muhammad Rinaldi.
Menanggapi penjelasan tersebut, Ka.Kan Kemenag Deli Serdang memberikan dukungan penuh terhadap upaya yang tepat dan cermat dalam penyelesaian masalah yang ada. Ia menilai upaya tersebut penting untuk memulihkan nama baik lembaga sekaligus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang dinilai telah mencemarkan nama baik pesantren.
"Ambil upaya yang tepat dan cermat serta bijaksana, agar nama baik Pondok Pesantren Nur Zam-Zam dapat dipulihkan. Langkah ini tepat sehingga tidak ada lagi pihak yang sembarangan melakukan tindakan yang merugikan pesantren. Harus ada efek jera bagi siapa pun yang bertindak tidak bertanggung jawab terhadap lembaga pendidikan," tegas Saripuddin.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah pesantren, Kementerian Agama tetap berkomitmen memberikan pembinaan dan dukungan agar pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi berakhlak mulia.
Sebagai bentuk dukungan moral, Saripuddin menyatakan keinginannya untuk mengunjungi langsung Pondok Pesantren Nur Zam-Zam guna melihat kondisi terkini sekaligus memberikan semangat kepada keluarga besar pesantren.
"Kita harus datang ke Pondok Pesantren Nur Zam-Zam untuk melihat langsung kondisi mereka serta memberikan dukungan atas upaya yang dilakukan dalam menjaga marwah dan nama baik pesantren," ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang dalam memberikan pendampingan kepada lembaga pendidikan keagamaan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas keadilan serta perlindungan terhadap nama baik lembaga pendidikan.
(Redaksi)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar